Mahasiswa Paksa 14 Siswi SMP Kirim Foto & Video Bugil dengan Ancaman Santet, Ngaku untuk Koleksi

 


Seorang mahasiswa memaksa 14 siswi SMP untuk mengirim foto dan video bugil.

Aktivitas tersebut ternyata sudah dilakukan pelaku sejak 2019.

Pelaku mengaku foto dan video tersebut digunakan sebagai koleksi.

Setelah polisi menangkap RK (22), warga Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, mahasiswa yang memaksa 14 siswi SMP untuk mengirim foto dan video bugil, fakta baru pun terungkap.

Kepada polisi, RK mengaku sudah melakukan aksinya sejak tahun 2019 dan korbannya sebanyak 14 orang.

"14 itu ngirim foto sama video bugil semua buat koleksi doang," kata RK di Mapolda Banten.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, modus RK dalam melakukan aksinya yakni memanfaatkan media sosial Facebook.

Untuk mengelabui para korbannya, RK membuat akun palsu dengan foto profil wanita dengan nama Liza.

Setelah mendapatkan calon korbannya, RK kemudian berkenalan dengan mengirimkan pesan kemudian pelaku meminta nomor ponsel korban. 

Setelah intens berkomunikasi, RK kemudian meminta korbannya untuk melakukan foto tanpa busana.

"Pelaku berhasil merayu dan korban mau mengirim foto dalam waktu dua hari sejak berkenalan," ujar Edy kepada Kompas.com, Kamis (28/8/2020).

Dalam melancarkan aksinya, RK mengancam korbannya akan disantet jika tidak menuruti kemauannya.

Selain itu, pelaku juga mengancam akan menyebarkan video dan foto bugil korban melalui Facebook milik korban.

Namun, aksinya terbongkar setelah salah satu korbannya yang merupakan siswi SMP asal Kabupaten Serang, Banten, melaporkannya ke polisi karena pelaku menyebar foto bugilnya ke Facebook.

Mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak hingga pelaku diamankan di kediamannya di Lampung, pada Rabu 19 Agustus 2020.

"Setelah diketahui keberadaan pemilik akun Facebook pelaku, pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2020, tim Subdit Siber berhasil mengamankan pelaku di rumahnya," ujarnya. 

Atas perbuatannya, pelaku dikenai pasal berlapis, yakni pasal 37 Undang-undang RI no 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 76 i Undang-undang RI nomor 23 tahun 2020 tentang Perlindungan Anak. Kemudian Pasal 45 ayat (1) Jo 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Video Akan Diputar Dalam 110 detik