Terungkap, Warga Ini Bohong Soal Pembagian BanSos Hanya Demi Menjatuhkan Pemerintah


Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Sulsel, diketahui sempat berpolemik, baik itu bansos tunai, bantuan sembako, PKH maupun BPNT. Setelah dilakukan penelusuran, terungkap adanya oknum yang memang sengaja bikin gaduh dengan memprovokasi warga melakukan protes, bahkan berbohong.

Seperti di Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, dimana banyak warga mengadu tak terima bantuan, adanya politisasi hingga pemotongan bantuan. Kala itu, mereka protes menyambangi kantor bupati sehari sebelum Lebaran untuk mengadu kepada bupati dan wakil bupati. Warga Sibatua diketahui didampingi oleh LBH FHS.

Salah seorang warga yang paling vocal dalam menyuarakan terkait adanya penyunatan bantuan adalah MDH(Inisial). Dia mengaku sebagai penerima program BPNT. Namun bantuan yang dia terima tak pernah sesuai saldo serta program pemerintah. Dia bahkan menuding pihak pendamping BPNT melakukan penyunatan bantuan warga.

Belakangan, MDH(Inisial) menarik seluruh pernyataan itu saat panita khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Pangkep melakukan klarifikasi langsung ke lapangan terkait pernyataan sekelompok warga tersebut. MDH(Inisial) beserta warga lainnya yang hadir di Rujab Bupati lalu kemudian dipertemukan dengan perangkat lurah serta oknum-oknum yang disebutkan warga melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang tersebut pada Jumat (29/5/2020) lalu.

Di hadapan perangkat lurah dan tim pansus, MDH(Inisial) berkilah bahwa pernyataannya tersebut tidaklah benar dan dia mengaku salah dalam menyampaikan masalah. Dia pun membantah semua pernyataannya yang telah dimuat di media dan mengaku tak tahu bahwa semua pernyataannya tersebut akan di muat di media.

"Saya tidak tahu ada wartawan saat itu. Yang saya sampaikan saat itu salah. Seandainya saya tahu ada wartawan, saya tidak bicara seperti itu. Maaf," katanya, Minggu (31/5/2020).

MDH(Inisial) pun menuturkan bahwa kehadirannya di rujab Bupati Pangkep adalah mengikuti arahan dari oknum yang memang mengumpulkan warga. "Saya cuman ikut-ikutan juga. Kami dijanji kalau hadir akan dapat sembako dan uang oleh pendamping warga. Memang dapatki beras dan uang dari pak bupati, tapi itu bantuan pribadi beliau," katanya lagi.

Lurah Sibatua, Harianti, memaklumi tindakan warga tersebut meski merasa kecewa dengan warga yang mau dimanfaatkan oleh oknum yang ingin memperkeruh masalah di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Dia pun berujar bahwa apa yang diadukan warganya tak benar.

"Kalau masalah ibu MDH(Inisial) itu semua sudah jelas. Dia mengakui bahwa dirinya hanya mengarang saja, sebab ATM untuk BPNT itu tak bisa diuangkan dan PIN-nya tidak bisa digantikan. Kalau masalah ada warga yang tak terdata dan tak dapat bantuan memang ada, tapi itu persoalan data di DTKS. Sedangkan warga yang hadir di Rujab Bupati lalu itu adalah para warga yang telah mendapatkan bantuan di program-program pemerintah," tegasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel