Dibacok Orang Tapi Ruslam Gagal Membuat laporan Polisi, Karena Lupa Membawa Uang


Kejadian kejahatan memang tidak bisa diduga, dimana sebagai pihak kepolisian sudah seharusnya bertindak dengan cekatan dalam melayani dan mengayomi masyarakat luas.

Akan tetapi ternyata ada beberapa hal dibalik itu untuk melakukan proses lebih lanjut, seperti biaya administrasi dan semacamnya.

Ruslan Ali alis Iko menjadi korban pembacokan di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat gagal membuat laporan polisi lantaran tidak memiliki uang untuk membayar biaya visum di Rumah Sakit Pelni pada Senin (25/5/2020).

Kata Iko biaya yang harus dikeluarkan untuk visum sebesar Rp 300-500 ribu. Dia terpaksa pulang ke rumah tanpa membawa surat laporan polisi atas pembacokan orang tidak dikenal.

"Tadi datang ke Polsek terus saya diajak ke RS Pelni untuk visum. Terus sama polisi sampainya di sana ia bilang sudah tahu belum prosedurnya mau visum harus siapin biaya. Karena ada biaya saya pulang lagi karena saya gak tahu ada biayanya, gak ada persiapan apa-apa," kata Iko saat dihubungi AKURAT.CO, Senin (25/5/2020).

Padahal, kata dia dirinya sudah menjalani perobatan di Klinik dekat rumahnya untuk mengobati luka bacokan senjata tajam jenis celurit. Namun, kata dia, Dokter dari pihak Rumah Sakit Pelni yang mau visium meminta obat jika sudah berobat di klinik.

"Saya sudah diperiksa di klinik. Tapi pas nyampe sana (RS Pelni), dokter tanya obat mana kalau udah ke klinik," tuturnya.

Ia berencana bakal kembali ke Mapolsek untuk diantarkan ke Rumah Sakit Pelni guna menjalankan Visium. Tentunya ia bakal membawa uang adminitrasi visium agar kasus pembacokan dirinya bisa diselidiki.

"Gak ditolak sih, tapi ditanyain polisinya pas sampe Pelni sudah siapkan uang visum belum. Kata polisi biasa gitu. Jadi LP belom jadi. Insya Allah nanti mau selesain biar bisa laporan," tutup dia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Video Akan Diputar Dalam 110 detik